Welcome to ALTA INTEGRA - Acoustics Lighting Thermal Air Quality Design 
Contact Us: +62 21 3513351       en

Kualitas Akustik Yang Baik Untuk Konser Orkestrasi

Pada tanggal 20 Maret 2010 Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung atau yang sering di sebut KPA3 mengadakan Konser Orkestrasi Angklung yang ke delapan. Konser ini bertajuk Tapestry of Beauty – Presenting Maestro from All Around the World.

Sesuai dengan themanya konser ini menyajikan lagu – lagu cantik gubahan komposer besar dunia dan komposer Indonesia. KPA3 mengharapkan konser ini dapat menjadi salah satu penampilan yang prima untuk menunjukan hasil inovasi mereka selama lebih dari 30 tahun.

symphony1

Tujuan mereka mengadakan konser ini di Aula Simfonia Jakarta agar penonton dapat menikmati suara asli angklung tanpa bantuan penguatan elektronik seperti microfon, amplifier dan speaker. Karena selama ini mereka tidak terlalu puas dengan kualitas akustik gedung pertunjukan di mana mereka tampil sebelumnya. Kualitas akustik gedung yang kurang baik menyebabkan permainan orkestrasi angklung yang tampilkan sangat sulit untuk dinikmati oleh penonton.

Analisa dan Penilaian Sumber Suara

Dalam membahas latar belakang teknis sumber suara atau rancangan orkestrasi angklung saya menggunakan referensi teknis musik dari buku Introduction to Materials and Structure of Music karangan William and Richard DeLone.

Kategori alat musik

Menurut buku tersebut di atas ada empat pengkategorian alat musik yaitu: String, Woodwinds, Percussion dan Electronics. Sedangkan alat musik yang terdapat pada orkestra ini adalah: angklung, contra bass, bass drum, snare drum, timpani, xylophone, bell lyra, castanet dan triangle.

Angklung

Angklung adalah alat musik tradisional Jawa Barat yang terbuat dari bambu. Suara pada angklung terjadi karena adanya resonansi udara di dalam rongga bambu yang disebabkan karena adanya pukulan. Nada (pitch) yang terjadi di angklung di tentukan oleh panjang pendek dan besar diameter bambu.

symphony2

Durasi suara angklung didapatkan dari lama atau sebentarnya angklung di goyangkan. Sedangkan kuat atau lemahnya (loudness) suara angklung didapatkan dari kuat atau lemahnya angklung digoyangkan. Dari teknis cara membunyilan maka alat musik angklung dapat dikategorikan dalam kelompok alat musik perkusi.

Bass Violin

Bass Violin atau yang sering kita sebut sebagai contra bass. Menurut kamus The Concise Oxford Dictionary of Music penamaan contra bass adalah penamaan yang kurang tepat karena definisi contra bass yang benar adalah permainan musik dimainkan satu oktaf lebih rendah.
Bass Violin sering juga disebut sebagai “viola da gamba” atau biola berkaki karena memiliki kaki dan dimainkan dengan berdiri. Bass violin termasuk dalam kategori alat musik string.

symphony3

Drums

Untuk mengisi layer perkusi atau ritme orchestra angklung ini memasukan alat musik bass drum, snare drum, hi hat, cymbal dan timpani. Alat musik tersebut termasuk dalam keluarga drum. Bass drum, snare drum dan timpani di buat dengan kulit yang di rentangkan diatas bodi berongga yang terbuat dari kayu atau logam. Sedangkan hihat dan cymbal terbuat dari logam yang berbentuk lingkaran.

symphony4

Xylophone

Xylophone adalah alat musik yang terbuat dari kayu atau logam yang berbentuk batang dengan nada yang telah di tuning sesuai dengan ukuran tertentu. Cara membunyikan alat musik ini adalah dipukul dengan alat pemukul.

symphony5

Bell Lyra

Bell Lyra adalah versi portabel alat musik Glockenspeil. Cara memainkannya adalah memegang alat musik ini dengan satu tangan dan tangan satunya memegang pemukul. Sama dengan xylophone alat musik ini termasuk dalam kategori alat musik perkusi.

symphony6

Castanet

Castanet masuk dalam kategori alat musik perkusi yang terbuat dari dua buah kayu yang di letakan di telapak tangan.

symphony7

Triangle

Triangle adalah alat musik perkusi tanpa nada yang terbuat dari logam. Sesuai dengan namanya alat musik ini berbentuk segitiga dan cara memainkannya dengan cara di pukul dengan pemukul. Triangle dipakai oleh komposer untuk memberikan penegasan terhadap sebuah frase musik.

symphony8

Tekstur musik

Menurut buku Introduction to materials and structure of music definisi tekstur musik adalah interaksi antara beberapa alat musik yang tersusun dalam layer permainan musik tertentuk seperti layer melodi, layer chord, layer bass dan layer perkusi. Selain itu tekstur juga ditentukan oleh aspek kuantitas dan kualitas. Aspek kuantitas berkaitan dengan jumlah alat musik dalam sebuah kelompok dan aspek kualitas menyangkut timbre alat musik. Kombinasi antara kedua aspek tersebut menghasilkan suara yang monophonic, homophonic atau poliphonic .

Monophonic adalah performance melodi tunggal yang dihasilkan oleh satu alat musik. Homophonic adalah performance melodi tunggal yang dihasilkan oleh satu kelompok alat musik. Poliphonic adalah performance melody, harmonisasi, dan ritme yang dihasilkan oleh lebih dari satu alat musik.

Kesimpulan Analisa Sumber Suara

Apabila kita menganalisa aspek kualitas dari orkestrasi angklung ini maka dapat kita lihat bahwa hampir semua alat musik yang ada termasuk dalam keluarga alat musik perkusi. Satu – satunya alat music yang berbeda kategori adalah bass violin yang termasuk dalam keluarga alat music string.

Gambar berikut adalah gambar susunan tekstur orkestrasi angklung KPA3 pada gedung Aula Simfonia Jakarta.

symphony9

Penilaian Performa Musik

Konser ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama menampilkan musik klasik hasil karya komposer dunia seperti Bethoven, Dvorak, Strauss dan lain lain. Kemudian bagian kedua menampilkan karya musik klasik modern dari John William, Andrew Llyod Webber dan Verdi. Dan yang terakhir adalah bagian ketiga yang menampilkan karya musik dari komposer Indonesia seperti Eros Jarot dan Guruh Sukarno Putera. Sesi pertama konser ini di konduk oleh Djiwa Margono MD sedangkan bagian kedua dan ketiga dikonduk oleh Miryam Wedyawari.

symphony10

Konser ini dibuka dengan lagu Palladio karangan Karl Jenkins dengan tempo musik Allegretto atau dalam bahasa Indonesia berarti agak cepat. Lagu ini terdiri dari beberapa susunan layer. Layer pertama adalah melodi primer beserta melodi harmonis yang dimainkan oleh alat musik angklung. Layer kedua adalah layer chord yang dimainkan oleh alat musik angklung. Layer ke tiga adalah layer bass yang di isi oleh bass violin. Layer keempat adalah layer perkusif di isi oleh bass drum, snare drum, dan triangle.

Layer melodi pada lagu ini dimainkan oleh angklung satu oktaf lebih rendah dibandingkan dengan komposisi asli lagu ini. Hal ini menyebabkan nada pada layer melodi sering berdempetan dengan nada chord. Hal ini membuat saya agak sukar membedakan suara layer melodi dan suara layer chord.

Hal kedua adalah tempo dan irama permainan yang kadang terdengarnya kurang kompak dan kurang mengalun sesuai dengan arahan konduktor.

Tekstur musik atau kombinasi timbre alat musik pada konser ini masih kurang serasi. Seperti misalnya suara bass drum yang tidak in tune dengan angklung. Kemudian pada saat kolaborasi konser angklung dengan penyanyi tenor dan sopran suara musik dan suara vocal kurang terpadu dengan baik.

Analisa dan penilaian akustik ruang

Aula Simfonia Jakarta mulai di bangun pada tahun 2004 dan selesai di bangun pada tahun 2009. Gedung kesenian ini dirancang oleh pendeta Stephen Tong dengan tujuan agar Indonesia mampu menyelenggarakan konser musik klasik berkelas international. Aula Simfonia memiliki kapasitas kursi sebanyak 1.227 orang atau 1.400 berikut dengan musisi yang ada di panggung. Design arsitektur Aula Simfonia Jakarta bergaya jaman Renaisans dengan warna kayu, putih dan emas.

Seating Area

Berikut adalah denah seating area yg terdiri dari dua tingkat yaitu lantai dasar dan balkon. Gambar dibawah adalah gambar layout tempat duduk pada lantai dasar.

symphony11

Selanjutnya gambar berikut adalah gambar layout tempat duduk pada balkon yang pembagiannya adalah balkon depan, balkon belakang, balkon sayap kiri, balkon sayap kanan dan tempat duduk di depan panggung.

Keseluruhan kursi penonton terbuat dari kayu sintetis berwarna coklat. Kaki kursi digantikan oleh undakan leveling.

symphony12

Harga tiket yang di jual di bagi menjadi empat harga yang disesuaikan dengan lokasi duduk. Harga tiket termahal adalah harga tiket balkon di depan panggung. Diikuti dengan balkon sayap kiri kanan. Kemudian diikuti dengan posisi duduk lantai dasar yang menghadap ke panggung. Harga tiket yang termurah adalah posisi duduk di balkon yang terletak di bagian belakang panggung.

Panggung
Pada gambar di bawah dapat kita lihat panggung yang terletak ditengah ruangan yang berwarna putih dengan material kayu.

symphony13

Dinding

Selanjutnya apibila kita memandang ke atas maka kita dapat melihat dinding yang terbagi atas dua bagian. Dinding bagian bawah berwarna coklat dengan material kayu sintetik. Sedangkan dinding bagian atas berwarna putih, dengan ceruk berisikan panel absorber berwarna merah. Didepan setiap ceruk terdapat patung dan lukisan komposer ternama dunia dengan material batu.

symphony14

Plafond

Akhirnya kita sampai pada bagian langit – langit yang dibuat berceruk segi empat dengan undakan tiga tingkat. Bagian teratas plafon yang berwarna putih terbuat dari gypsum sedangkan pada bagian bawah plafon yang berwarna coklat terbuat dari kayu. Celah antara kayu dan gypsum terdapat lubang – lubang untuk mendistribusikan aliran untuk untuk pendingin ruangan.

symphony15

Penilaian Parameter Akustik

Penilaian Kualitas Akustik untuk konser angklung ini didasarkan dengan posisi duduk saya yang terletak di belakang panggung. Penilaian saya ini dapat berubah apabila saya duduk di tempat yang berbeda dan pertunjukan musik yang berbeda.

Noise Ruang

Parameter noise pada ruang konser ini saya nilai cukup memenuhi syarat. Penilaian tersebut atas dasar pengamatan saya terhadap noise yang ditimbulkan oleh saluran air condition yang hampir tidak terdengar, gangguan suara dari luar ruang juga tidak terdengar saat konser berlangsung.

Loudness

Listening Level pada posisi duduk saya terdengar sangat baik. Saya dapat mendengarkan tiap – tiap alat musik dengan level yang cukup tinggi. Sayangnya penampilan musik pada konser angklung ini tidak ada yang menampilkan musik dengan perbedaan dinamika yang ekstrim. Sehingga saya tidak dapat memberikan penilaian listening level pada level terendah dan tertinggi.

Clarity

Clarity adalah definisi akustik untuk perbandingan antara direct sound dengan suara pantulan yang di dengar. Pada posisi saya duduk saya merasakan direct sound jauh lebih besar dibandingkan dengan suara pantulan maupun dengung ruangan.

Reverberasi

Reverberasi ruang konser Aula Simfonia Jakarta atau yang sering disebut dengan waktu dengung terasa agak pendek walau tidak sepenuhnya dapat dibilang pendek. Sepertinya waktu dengung di ruang ini tidak sama panjang pada semua frekuensi. Terdapat perbedaan yang cukup besar antara waktu dengung nada rendah, menengah dan nada tinggi. Dengan waktu dengung yang agak pendek maka konser angklung ini terasa kurang megah. Blending suara antara ensemble angklung dan alat musik lain seperti bass drum, snare drum terdengar kurang serasi.

Warmth & Brilliance

Tonality suara musik yang saya dengar cenderung “bright” dimana alat musik dengan frekuensi tinggi seperti xylophone terdengar jelas dan bening. Suara musik dengan frekuensi menengah yang didominasi oleh alat musik angklung terdengar kurang kaya akan harmonis, suara bodi angklung yang tidak terdengar jelas, ketukan angklung terasa agak kering dan tumpul. Suara alat musik dengan frekuensi rendah seperti bass violin terdefinisi dengan baik. Tetapi suara rendah bass drum dan timpani terdengar kurang berbobot dan tidak menarik.

Intimacy

Intimacy atau perbedaan waktu antara suara langsung dengan suara pantulan awal. Suara ensemble angklung yang dimainkan dengan durasi yang agak panjang terdengar seperti orang bergumam. Hal ini mungkin terjadi karena suara angklung dan suara pantulan awal yang bertumpuk di sekitar panggung.

Spaciousness

Spaciousness adalah sensasi yang disebabkan karena perbedaan suara pantulan awal yang didengar oleh telinga kiri dan telinga kanan. Spaciousness pada posisi duduk saya tidak terlalu terasa.

Envelopment

Envelopment adalah perbedaan reverberasi ruang yang diterima oleh telinga kiri dan kanan. Envelopment pada ruangan ini juga kurang terasa.

Blending

Blending antar suara alat music di ruangan ini terdengar kurang menarik karena parameter reverberasi yang minim dan agak pendek serta direct sound and early reflection yang dominan.

Kesimpulan:

Aula Simfonia Jakarta memiliki karakter akustik yang didominasi oleh suara langsung dan pantulan awal. Sedangkan untuk parameter reverberasi terdengar sangat minim dan agak pendek dengan tonality ruangan cenderung bright.

Penutup

Dengan kemampuan Orkestrasi Angklung KPA3 memainkan komposisi musik yang cukup rumit dapat dikatakan bahwa Orkestrasi Angklung KPA3 adalah orkestrasi angklung yang terbaik di Indonesia. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu di perbaiki seperti tekstur musik yang lebih harmonis dan pelatihan untuk mencapai timing irama musik yang lebih kompak dan mengalun.

Aula Simfonia Jakarta merupakan salah satu gedung konser terbaik yang ada di Indonesia karena Indonesia tidak banyak memiliki gedung pertunjukan dengan konsep direct sound. Hanya saja ada beberapa parameter akustik yang masih belum terlalu optimal. Pendapat saya Aula Simfonia perlu melakukan pengukuran ulang terhadap parameter – parameter akustik tersebut di atas untuk mencapai kualitas akustik yang lebih baik lagi.
Menurut saya karakter akustik Aula Simfonia Jakarta tidak terlalu cocok dengan konser angklung ini.

Demikian tulisan ini saya buat agar dapat bermanfaat bagi rekan – rekan yang bergerak dalam bidang yang terkait dan pencinta musik klasik dan pencinta musik angklung.

Herwin Gunawan

Bibliografi

The Concise Oxford Dictionary of Music 3rd Edition – Michael Kennedy – 1980

Introduction to Materials and Structure of Music – William Christ and Richard DeLone – 1975

 

Informasi event dan konsultasi akustik, silakan isi form berikut atau hubungi kami di:

ALTA Integra

Jl. Hayam Wuruk No. 2 R – S
Jakarta Pusat, 10120
Telp: 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

 

 

About Us

ALTA merupakan singkatan dari Acoustics-Lighting-Thermal-Air Quality. ALTA Integra adalah sebuah divisi konsultasi terpadu yang didukung oleh konsultan profesional dengan berbagai disiplin ilmu dan bidang keahlian, seperti arsitek, akustik, lighting, ventilasi, dan audio. Visi kami adalah “to be world class integrated consultant.” Salah satu misi kami adalah mengaplikasikan standardisasi metode pengukuran dan konsultasi berdasarkan prosedur kerja taraf internasional. Kebijakan internasional menjadi patokan kami karena kami mengikuti regulasi ISO. Kami juga termasuk member dari ASA, AES, Ashrae, dan IESNA.

Address

Jl. Hayam Wuruk No.2 - S
Jakarta 10120 Indonesia

Tel:+62 21 3513351

Fax:+62 21 3458143

Website:

 

 

Quantum Globalindo Group

Logo-ALTA-border

acourete

vokuz

 

Twitter Feed

ALTAintegra High end audio room acoustics are viewed from two different points of view. Which is more appropriate?… https://t.co/4uUSThmF7x