Welcome to ALTA INTEGRA - Acoustics Lighting Thermal Air Quality Design 
Contact Us: +62 21 3513351       en

Noise atau Kebisingan Serta Dampak Negatif Bagi Manusia dan Lingkungan

Definisi Noise atau Kebisingan

Noise atau kebisingan menurut Undang- Undang Enviromental Protection Act adalah getaran setiap frekuensi yang dipancarkan oleh udara ataupun medium lainnya [1]. Menurut KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP-48/MENLH/11/1996, Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan [2]. Kebisingan hadir disetiap aktivitas manusia dan diklasifikasikan menjadi kebisingan kerja dan kebisingan lingkungan yang dapat memepengaruhi kesejahteraan manusia [3].

Sedangkan berdasarkan Professor Colin H Hasen, noise adalah suara yang tidak menyenangkan dan tidak diinginkan, noise dihasilkan dari variasi tekanan atau osilasi pada medium elastis (air, udara, dan benda padat) akibat permukaan yang bergetar ataupun aliran turbulence [4]. Jadi berdasarkan definisi tersebut, kebisingan adalah suara yang tidak dinginkan dan menggangu yang dihasilkan dari aktivitas manusia akibat getaran benda-benda di lingkungan.

Dampak Negatif dari Noise atau Kebisingan

Apakah anda pernah membayangkan apa saja dampak dari gangguan kebisingan lingkungan? Gangguan kebisingan yang terus menerus dapat berdampak negatif pada keadaan lingkungan sekitar, kenyamanan, serta kualitas pribadi seseorang. UNESCO menyebutkan sumber kebisingan dapat berasal dari mesin-mesin industri, konstruksi bangunan, radio, televisi, kendaraan, kegiatan manusia, ataupun peralatan rumah tangga.

sumber-kebisingan-suara

Gambar 1. Sumber polusi berdasarkan UNESCO module

Dalam penelitian yang berjudul “Noise Pollution: A Major Catalyst To Climate Change And Human Health Catastrophe” disebutkan bahwa kebisingan secara tidak langsung dapat menyebabkan perubahan iklim serta dapat menurunkan kualitas kesehatan manusia [5]. Science for Environment Police Euro Commission menyebutkan dampak kebisingan lingkungan yang bersumber dari mesin – mesin alat transportasi (bus, truk, mobil, motor, pesawat, kereta, kapal uap) akan menyebabkan permasalahan pada sistem peredaran darah dan permasalahan pada jantung [6].

Paparan kebisingan yang terus menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia serta gangguan pada lingkungan. Dalam buku Advanced Air and Pollution Noise Control disebutkan efek kebisingan akan mempengaruhi psikologi dan fisiologi [7]. Berikut ini adalah dampak negatif yang terjadi akibat paparan kebisingan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Attiqe dan Huma Bahsir [8].

1. Gangguan Psikologi Akibat Kebisingan

Psikologi berdasarkan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional adalah sifat kejiwaan ditinjau dari segi kejiwaan yang berkaitan dengan stimulus dan respon seseorang bertingkah laku.

a. Gangguan (Annoyance)

Gangguan didefinisikan sebagai keadaan emosional akibat ketidaksenangan dari kondisi yang terjadi oleh seseorang atau kelompok yang dapat mengganggu. Kebisingan pada frekuensi rendah dengan tingkat kekerasan yang tinggi lebih menganggu dan akan mempengaruhi perilaku seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung. Gangguan ini dapat mengakibatkan timbulnya sifat agresif dan defensif pada seseorang, sifat agresif yang terjadi yaitu menjadikan seseorang menjadi cepat marah dan berperilaku kasar. Sifat defensif tersebut menjadikan seseorang menjadi sulit menerima kritik atau masukan dari orang lain, kritik dan masukan tersebut dianggap hanya sebagai serangan suara yang masuk ke telinga. Sedangkan efek lainnya adalah berkurangnya ketenangan dan menikmati waktu sendiri. Kebisingan juga menimbulkan rasa tidak nyaman dalam suatu ruangan akibat menurunnya kualitas ruangan dalam fungsi audial.

b. Speech Interference

Paparan kebisingan dapat mengurangi kemampuan dalam berkomunikasi. Efek kebisingan ini cenderung untuk meredam suara, sehingga menganggu percakapan [9]. speech interference dapat menghasilkan kesalahpahaman, akibat adanya suara yang tidak diinginkan sehingga informasi yang disampaikan dapat mempengaruhi pendengar. Contoh dari adanya speech interference ini adalah terganggunya proses belajar mengajar pada sekolah. Salah satu penelitan terganggunya proses belajar mengajar akibat kebisingan berjudul tentang “Analisa performa Kebisingan Terhadap siswa sekolah Dasar di Ruang Kelas” disebutkan bahwa kebisingan tersebut mempengaruhi konsetrasi belajar siswa Sekolah Dasar, serta penyampaian materi pelajaran dari guru menjadi tidak jelas akibat kebisingan yang terjadi disekitar lingkungan sekolah [10].

c. Sleep Disturbance (gangguan tidur)

Sleep disturbance (gangguan tidur) adalah salah satu efek dari kebisingan. Tidur adalah kebutuhan yang mendasar bagi manusia, National Sleep Foundation, lembaga nirlaba yang fokus pada kebutuhan tidur mengeluarkan daftar lama kebutuhan tidur manusia sesuai usia. Untuk anak-anak dan orang dewasa memiliki waktu yang berbeda [11]. Jika waktu tidur tidak terpenuhi dimalam harinya maka akan menganggu konsentrasi dan menurunnya energi hingga beberapa hari. Paparan kebisingan yang dirasakan juga dapat menurunkan kualiatas tidur, suasana hati (mood), dan kinerja seseorang. Paparan kebisingan selama terus-menerus menurut World Health Organization (WHO) 1999, didalam ruangan tidur tidak boleh lebih dari 30 dB untuk menghindari efek negatif dari tidur. Efek dari kurangnya tidur dapat mengakibatkan berkurangnya fungsi kognitif dan dapat menyebabkan efek psikologi pada seseorang.

d. Human Activity Performance

Kebisingan dapat memepengaruhi performa aktivitas manusia secara langsung dan tidak langsung. Dalam jurnal yang ditulis oleh Muhammad Attique dalam Peak Journal of Physical and Environmental Science Research, disebutkan bahwa kegiatan seseorang yang membutuhkan konsentrasi lebih seperti melakukan analisis dan membaca, akan terganggu akibat efek kejut dari kebisingan impuls. Sedangkan kebisingan yang terus menerus akan mengakibatkan hilangnya memori otak. Performa aktivitas manusia dalam menyelesaikan pekerjaan akan menjadi lebih lambat ketika terpapar kebisingan lebih lama.

2. Gangguan Fisiologi Akibat Kebisingan

Fisiologi berhubungan dengan fisik pada makhluk hidup. Dalam hal ini gangguan fisiologi akibat kebisingan dapat menyebabkan gangguan kesehatan akibat paparan kebisingan seperti:

a. Pelemahan Pendengaran (ketulian)

Pelemahan pendengaran bahkan hilangnya pendengaran (hearing loss) merupakan salah satu gangguan fisiologi yang banyak terjadi akibat paparan kebisingan. Pelemahan pendengaran didefinisikan sebagai meningkatnya ambang batas pendengaran. Noise-induced hearing loss adalah salah satu kerusakan pendengaran akibat kebisingan yang ditandai dengan adanya kerusakan pada bulu halus dari telinga. Noise-induced hearing loss dapat terjadi pada semua usia. Menurut Kuntodi ketulian dibagi menjadi tiga yaitu [12] :

1. Trauma Akustik (shocked)

Trauma akustik berhubungan dengan efek pemaparan tunggal atau pemaparan jarang seperti ledakan alamiah. Suara tersebut dapat mencapai bagian dalam telinga dan menyebabkan struktur pada bagian dalam telinga melampaui batas fisiologi yang ditandai dengan rusaknya gendang telinga dan bulu halus pada telinga

2. Tuli Sementara (temporary treshold sift)

Tuli sementara dapat terjadi berdasarkan tinggi rendannya frekuensi yang dipaparkan dari kebisingan. semakin tinggi frekuensi yang dipaparkan maka peluang untuk terkena tuli sementara akan semakin besar. Tuli sementara dapat menyebakan tinnitus, yaitu tanda tanda kerusakan pendengaran yang biasanya disebabkan oleh suara musik yang keras yang bisa menurunkan sensitifitas pendengaran hingga 4.000 Hz.

3. Tuli Permanen (permanent treshold sift)

Tuli permanen selain disebabkan karena faktor usia, juga dapat disebabkan karena paparan kebisingan secara terus menerus dengan intensitas yang tinggi.

Berikut ini adalah nilai tingkatan kebisingan dan resiko terkena paparan kebisingan bedasarkan New England Hearing Instrument [13]

ukuran-kebisingan

Gambar 2. Bahaya kebisingan berdasarkan tingkatan kebisingan berdasarkan
New England Hearing Instrument

b. Resiko Kesehatan [8]

Hilangnya pendengaran adalah salah satu dampak akibat paparan kebisingan. selain itu selama paparan kebisingan pesawat terbang selama 20 tahun dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian ini dilakukan pada 2401 orang partisipan dari Swedia, UK, dan Belanda. Selain dari paparan kebisian akibat pesawat terbang, meningkatnya resiko penyakit jantung dan stroke juga diakibatkan dari paparan kebisingan lalu lintas [6]. Kebisingan merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular karena kebisingan dapat mengaktifkan hormon dan syaraf tanggapan yang dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jatung [8].

dampak-kebisingan-suara

Gambar 3.Dampak gangguan kebisingan pada tubuh

3. Gangguan Lingkungan Akibat Kebisingan

Selain berdampak pada manusia, kebisingan juga berdampak pada lingkungan sekitar, salah satu contoh kebisingan lingkungan adalah pengeboran minyak lepas pantai (offshore exploration). Kegiatan pengeboran minyak lepas pantai ini menghasilkan getaran suara yang cukup besar dari alat alat berat, suara yang dihasilkan akan merambat ke dalam air. Hal ini mempengaruhi kehidupan laut khususnya mamalia laut (paus, lumba-lumba dan sebagian ikan lainnya) yang bergantung pada suara untuk mencari makan, berkomunikasi dan berkembang biak. Jika efek ini terus berlanjut maka spesies tersebut sulit menemukan makanan dan berkembang biak dalam radius area 100.000 m2[14] sehingga banyak spesies akan punah karena gangguan suara tersebut.

 


Harisma Khoirun Nisa
Internship, Juni 2016

Institut Teknologi 10 November

Daftar Pustaka

[1] E. R. D. o. E. a. H. Protection, "Guideline Noise Assessment," Prescribing noise conditions for environmental authorities for petroleum activities, p. 2, 13 March 2015.
[2] K. M. N. L. H. N. :. KEP-48/MENLH/11/1996, "BAKU TINGKAT KEBISINGAN," MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Indonesia, 1996.
[3] M. . C. Barrientos, D. . C. Lendrum and K. Steenland, "Occupational noise," World Health Organization Protection of the Human Environment, Geneva, 2004.
[4] P. C. H. Hansen, "FUNDAMENTALS OF ACOUSTICS," Australia.
[5] M. A. A.-M. ,. S. M. O. Ibrahhim Imam, "NOISE POLLUTION: A MAJOR CATALYST TO CLIMATE CHANGE AND HUMAN HEALTH CATASTROPHE," university of Ilorin, Nigeria.
[6] Science Communication Unit, "Science for Enviroment Police,," Thematic Issue : Noise Impact on Health, p. 4, 14 January 2015.
[7] N. C. P. Y.-T. H. Lawrence K Wang, "Handbook of Enviromental Engineering Advanced Air and Noise Pollution Conrol," in Noise Pollution, Totowa, Humana Press Inc, 2005, pp. 441-452.
[8] H. B. Muhammad Attique Khan Shahid, "Psychological and physiological effects of noise pollution on the residents of major cities of Punjab (Pakistan," Peak Journal of Physical and Environmental Science Research, pp. 41-50, 2013.
[9] L. A. W. Airports, "The Effects of Noise on People," LAX Part 161 Study, Burlingthon.
[10] A. Justian, "Analisa pengaruh kebisingan terhadap Performa Siswa Sekolah dasar di Ruang Kelas," Universitas Indonesia, Depok, 2012.
[11] R. Widiyani, "Kebutuhan Tidur Sesuai Usia," Kompas.com, 26 03 2014. [Online]. Available: http://health.kompas.com/read/2014/03/26/1808574/Kebutuhan.Tidur.Sesuai.Usia. [Accessed 25 07 2016].
[12] P. KUNTODI, "GANGGUAN PENDENGARAN AKIBAT KEBISINGAN," 23 August 2012. [Online]. Available: https://audiologiind.blogspot.co.id/2012/08/gangguan-pendengaran-akibat-kebisingan.html.
[13] "New Englnad Hearing Instrument," New Englnad Hearing Instrument, Inc, [Online]. Available: http://www.newenglandhearing.com/. [Accessed 20 07 2016].
[14] M. Jasny, "Ocean Fact Boom, Baby, Boom: The Environmental Impacts of Seismic Surveys," Natural Resources Defense Council, New York , 2010.

Untuk konsultasi, silakan isi form berikut atau hubungi kami di :










 

ALTA Integra

Jl. Hayam Wuruk No. 2 R – S
Jakarta Pusat, 10120
Telp: 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

About Us

ALTA merupakan singkatan dari Acoustics-Lighting-Thermal-Air Quality. ALTA Integra adalah sebuah divisi konsultasi terpadu yang didukung oleh konsultan profesional dengan berbagai disiplin ilmu dan bidang keahlian, seperti arsitek, akustik, lighting, ventilasi, dan audio. Visi kami adalah “to be world class integrated consultant.” Salah satu misi kami adalah mengaplikasikan standardisasi metode pengukuran dan konsultasi berdasarkan prosedur kerja taraf internasional. Kebijakan internasional menjadi patokan kami karena kami mengikuti regulasi ISO. Kami juga termasuk member dari ASA, AES, Ashrae, dan IESNA.

Address

Jl. Hayam Wuruk No.2 - S
Jakarta 10120 Indonesia

Tel:+62 21 3513351

Fax:+62 21 3458143

Website:

 

 

Twitter Feed

ALTAintegra Whether the use of soft golden yellow from a Sodium gas powered lighting or using a rough but bright white light us… https://t.co/EvN9AloZK3