Welcome to ALTA INTEGRA - Acoustics Lighting Thermal Air Quality Design 
Contact Us: +62 21 3513351       en

Bioclimatic Architecture sebagai Strategi Bangunan Ramah Lingkungan

Beberapa karya terbaik--bangunan ramah lingkungan--tercipta dari mereka (arsitek) yang berani keluar dari ide-ide atau kelaziman arsitektur, tetapi hasilnya malah tergolong ramah lingkungan. Itulah bioclimatic architecture, merancang bangunan yang bersinergi dengan kondisi iklim lingkungan setempat, termasuk memperhatikan segi iklim dan budayanya. Bioclimatic architecture adalah strategi arsitektur yang berlawanan dengan mekanisme modernisasi. Bioclimatic architecture  secara konstan mengeksplorasi alam seiring dengan kebangkitan dan evolusi arstitektur bangunan abad ke-21.

 

Sebelum abad ke-20, sebagian besar arsitek di dunia merancang bangunan untuk beradaptasi dengan iklim regional bangunan dan itulah bioclimatic architecture. "Jika melihat bangunan tua, Anda melihat bahwa orang dahulu sangat baik dalam beradaptasi dengan iklim lingkungan untuk mendapatkan kinerja dengan kenyamanan yang maksimal. Namun di zaman modern ini, sebagian besar arstitek agak malas untuk membuat rancangan bioclimate dan mereka cenderung membuat rancangan berbasis ventilasi mekanis HVAC dan penerangan lampu listrik," kata Patrick Leonard, direktur Paladino, konsultan green building yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat.

Selama berabad-abad, arsitek di seluruh dunia telah menggunakan berbagai jenis bioclimatic architecture, terutama di daerah-daerah seperti Afrika Utara, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Eropa. Misalnya, rancangan tradisional Spanish Hacienda menggunakan dinding termal yang padat dan tebal untuk mempertahankan panas atau dingin sehingga mampu mengatur suhu dan menciptakan iklim mikro dalam ruangan yang stabil, kata Sam Kimmins, penasihat utama aspek energi terbarukan untuk Forum for the Future, sebuah organisasi pembangunan berkesinambungan global yang berbasis di London, Inggris.

Spanish Hacienda memiliki "jendela kecil untuk mengurangi kadar sinar matahari atau panas yang berlebihan dan jendela yang lebih besar ke utara untuk menyerap cahaya," katanya. Struktur berdinding tebal serupa juga ditemukan di Yunani kuno, Yaman, dan beberapa daerah lainnya.

Leonard menunjuk ke atap tinggi yang memuncak dan melengkung ala tradisional di China dan Jepang. Dikembangkan untuk mengendalikan stormwater dan salju. Juga, arsitektur asli Hyderabad, Pakistan, memiliki struktur yang dirancang untuk menangkap angin dan aliran saluran udara untuk sebuah ventilasi alami.

Sod house yang dibangun oleh Skandinavia dan Nordic merupakan budaya ratusan tahun yang lalu. Beberapa struktur bioclimatic pertama yang mengintegrasikan vegetasi, kata Bruce Dvorak, seorang profesor di Department of Landscape Architecture and Urban Planning di Texas A&M University. "Dengan batu, kayu, dan bahan pendukung lainnya, sod house terbentuk dengan sebagian besar dinding yang terisolasi dengan rumah," katanya. "Live sod juga ditempatkan di atap. Live sod ditempatkan pada atap bangunan yang teduh selama musim panas dan terisolasi dengan rumah selama musim dingin."

“Pada akhir abad ke-19, banyak arsitektur di dunia yang telah berevolusi untuk menggunakan strategi ventilasi alami, pemilihan material bangunan atau system pembayangan untuk menciptakan lingkungan internal yang nyaman.” kata Sam Kimmins. Beberapa taktik ventilasi yang digunakan adalah ventilasi alami silang; ventilasi alami stack; atau ventilasi alami single side dengan merancang ukuran jendela tepat untuk mengatur suhu dan kecepatan aliran udara.

Menurut Leonard, dengan munculnya teknologi modern di abad ke-20, kecenderungan desain kontemporer bergeser jauh dari yang responsif terhadap kondisi alam. Sebaliknya, yang terjadi adalah penekanan rancangan yang mengisolasi bangunan dengan alam, bukan untuk mencoba bersinergi dengan kondisi alam tersebut. Evolusi teknologi bangunan zaman modern berperan menghalangi bangunan dengan iklim lingkungan. "Saya pikir inovasi besar dengan dasar pemikiran membuat bangunan menjadi layak huni dengan tidak harus beradaptasi dengan iklim membuka lebih banyak perdagangan dunia," katanya.

Situasi evolusi teknologi terbaru dan penyebaran "international style" dalam arsitektur telah menciptakan bangunan atau kantor berbetuk menara kaca yang sangat populer di kota-kota Eropa. Namun dalam beberapa kasus, ada yang disebut bangunan "hijau" yang dibangun, tetapi memiliki sedikit pengaruh, bahkan tidak berpengaruh sama sekali terhadap kelestarian lingkungan.

Salah satu tren terbaru dalam arsitektur adalah dengan menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan, memperkuat, dan mengukur kinerja teknik bioklimatik tradisional. "Saya pikir sekarang kita lebih fokus pada konservasi sumber daya dan menggunakan apa yang tersedia secara lokal. Jadi, kita punya kesempatan untuk mengambil yang terbaik dari kedua pilihan. Dengan kata lain, bagaimana kita menerapkan teknologi baru untuk membantu beradaptasi dengan iklim." ucap Leonard.

Salah satu contohnya adalah kasus biomimikri di Harare, Zimbabwe, di mana bangunan mid-rise tanpa AC dirancang untuk tetap dingin dengan sistem ventilasi termite-inspired. Untuk memetakan arsitektur dalam tiga dimensi, arsitek dan insinyur menerapkan pengetahuan yang diperoleh tentang terowongan dan saluran udara untuk menciptakan blueprint untuk bangunan self-regulating bagi manusia.

Kasus baru-baru lainnya adalah Gedung Kedutaan Besar AS di Monrovia, Liberia, yang bisa menjadi contoh yang paling buruk dari pengabaian iklim, tetapi sebaliknya pemerintah malah memilih untuk menanggapi iklim setempat dengan memodifikasi prototype khas bangunannya.

"Departemen Luar Negeri memiliki desain kedutaan standar yang dapat digunakan di mana saja di dunia. Namun, jika tidak beradaptasi dengan iklim, Anda mendasarkan desain Anda dari Washington, DC, bangunan," kata Leonard. "Jadi, itu adalah langkah yang sangat besar di Monrovia untuk mengambil desain kedutaan standar ini dan membuat iklim yang sesuai dan responsif terhadap lokasi."

Kedutaan Besar LEED Gold terletak di lokasi panas, lembab, dan curah hujan yang tinggi sehingga menggunakan limbah panas untuk pendinginan, air hujan untuk air minum, dan pembangkit listrik sel surya yang luas untuk meningkatkan keamanan energi.

Dengan modifikasi yang terbilang minim, Anda dapat membuat bangunan dengan cara yang lebih efisien," kata Leonard. "Bahkan, hal-hal yang sederhana kami temukan ketika Anda melindungi dinding berongga di Washington DC dan Monrovia. Jika menggunakan sedikit insulasi pada dinding, Anda akan mendapatkan sebuah bangunan yang lebih efisien untuk meredam suhu yang panas."

Diterjemahkan dari artikel Allison Gregor.

 

Untuk konsultasi, silakan isi form berikut atau hubungi kami di :










ALTA Integra

Jl. Hayam Wuruk No. 2 R – S
Jakarta Pusat, 10120
Telp: 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

About Us

ALTA merupakan singkatan dari Acoustics-Lighting-Thermal-Air Quality. ALTA Integra adalah sebuah divisi konsultasi terpadu yang didukung oleh konsultan profesional dengan berbagai disiplin ilmu dan bidang keahlian, seperti arsitek, akustik, lighting, ventilasi, dan audio. Visi kami adalah “to be world class integrated consultant.” Salah satu misi kami adalah mengaplikasikan standardisasi metode pengukuran dan konsultasi berdasarkan prosedur kerja taraf internasional. Kebijakan internasional menjadi patokan kami karena kami mengikuti regulasi ISO. Kami juga termasuk member dari ASA, AES, Ashrae, dan IESNA.

Address

Jl. Hayam Wuruk No.2 - S
Jakarta 10120 Indonesia

Tel:+62 21 3513351

Fax:+62 21 3458143

Website:

 

 

Twitter Feed

ALTAintegra Whether the use of soft golden yellow from a Sodium gas powered lighting or using a rough but bright white light us… https://t.co/EvN9AloZK3