Welcome to ALTA INTEGRA - Acoustics Lighting Thermal Air Quality Design 
Contact Us: +62 21 3513351       en

Perancangan Pasif Bioklimatik Termal dan Pengudaraan Alami Bangunan

Keunggulan Konsultasi ALTA Termal Pasif dan Pengudaraan Alami

  1. Dengan Perancangan Pasif Bioklimatik meningkatkan performa bangunan dan meningkatkan kualitas hidup pengguna bangunan
  2. Meningkatkan reputasi sebuah bangunan atau perusahaan
  3. Pekerjaan Fase Konsep, Pengembangan Desain serta Perencanaan dan Pembangunan Konstruksi menggunakan Software Building Information Modeling
  4. Bekerja sama dengan pihak yang terlibat dalam proyek secara Professional dan melakukan pekerjaan sesuai Standarisasi yang berlaku
  5. Sebagai persyaratan Sertifikasi Bangunan Hemat Energi, LEED, GBCI


Kualitas melakukan aktifitas dan kesehatan seseorang di sebuah ruangan - bangungan sangat ditentukan oleh kenyamanan termal dan kualitas udara di ruangan – bangunan tersebut.

Tim Konsultan Perancangan Pasif Bioklimatik Termal dan Pengudaraan alami ALTA Integra bekerja sama dengan Arsitek Bangunan dan Konsultan HVAC untuk mengoptimasi desain pasif bioklimatik termal dan pengudaraan alami serta mekanik untuk mencapai kenyaman termal dan kualitas udara pada bangunan. Design termal bangunan yang baik dapat meminimalisir penggunaan energi sebagai persyaratan Bangunan Hijau Energi Terbarukan.

Perancangan Pasif Bioklimatik Termal Bangunan adalah strategi pengendalian energi termal yang selaras dengan iklim lingkungan bangunan. Strategi desain pasif meliputi pengendalian sumber termal alami masuk ke dalam bangunan dengan pengaturan bukaan dan orientasi bangunan serta penggunaan material bangunan dengan nilai insulasi termal yang tepat.

3D-Preview

 Preview 3 dimensi software BIM yang memperlihatkan pemetaan termal bangunan


Perancangan Pasif Bioklimatik Pengudaraan Alami bangunan adalah strategi pengendalian udara alami yang selaras dengan aliran udara pada lingkungan bangunan. Strategi desain pasif pengudaraan alami meliputi pengendalian udara berkualitas masuk ke dalam bangunan dan pengendalian udara kurang baik keluar bangunan.

Video ini menunjukan perbedaan pengudaraan alami sebelum dan sesudah redesign

 

 

 

Untuk layanan pelanggan, silakan isi form berikut atau hubungi kami di :










 

 

ALTA Integra

Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

ALTA INTEGRA - PENGUKURAN AKUSTIK RUANG REPRODUKSI SUARA

Tujuan Pengukuran Akustik Ruang

Ruang Reproduksi Suara adalah ruangan yang dipergunakan untuk memutar kembali hasil rekaman. Contoh ruang reproduksi suara adalah: Ruang dengar Audiophile, Control Room pada Recording Studio, Home Theater dan lain – lain.

Karakteristik akustik ruangan yang baik adalah ruang reproduksi suara adalah ruangan dengan karakteristik akustik yang natural. Definisi natural artinya di suara reproduksi yang diputar di ruangan tersebut harus terdengar persis seperti master rekaman, yang berarti ruangan tersebut tidak memberikan bumbu tambahan.

Ruangan reproduksi suara dengan karakteristik akustik yang baik akan menghasilkan suara reproduksi dengan keseimbangan tonal yang akurat serta menampilkan gambaran suara holographic.

Tujuan pengukuran akustik ruang reproduksi suara adalah untuk mengetahui karakteristik akustik ruang reproduksi suara. Tujuan pengukuran akustik untuk memastikan apakah ruangan sudah dirancang dan dibangun dengan baik.
Parameter akustik yang diukur pada ruang reproduksi adalah: Room Response dan Reverberation Time.

ruang-pengukuran-akustik

Gambar 1. Foto Setup Pengukuran

 

Room Response

Room Response adalah hasil pengukuran frekuensi response di sebuah titik. Karakteristik frekuensi response di titik pengukuran merupakan karakteristik suara yang berasal dari suara langsung dan karakteristik akustik ruangan. Room Response ruangan reproduksi suara dipengaruhi oleh Room Modes, Speaker Boundary Interference Response, Reflection dan Reverberation.
Berikut adalah beberapa tampilan hasil pengukuran room response pada ruang reproduksi suara.

impulse-respon-full-R

Gambar 2. Impulse Response (time-level)

smoothed-1-2--full-IR
Gambar 3. Impulse Response Smoothed 1/12 (frequency-level)

smoothed-1-3--full-IR
Gambar 4. Impulse Response Smoothed 1/3 (frequency-level)

3D-waterfall-left

Gambar 5. Waterfall 2 L efr (frequency-level-time)


Reverberation Time

Ruangan menyerap energy suara dengan tingkat penyerapan yang berbeda – beda pada rentang frekuensi 20 – 20,000 Hz. Hal ini membuat setiap ruangan memiliki karakteristik reverberasi yang unik. Sebagai contoh apabila sebuah ruangan dengan reverberasi yang panjang pada frekuensi tinggi akan tetapi pendek pada frekuensi rendah, ruangan tersebut dapat dideskripsikan sebagai ruangan dengan karakter suara yang “thin” atau “harsh”.

Teori reverberasi yang diperkenalkan oleh Sabine umumnya dipakai untuk menentukan karakteristik reverberasi ruangan. Rumus Reverberation Time dilandasi dengan asumsi distribusi pantulan pada ruangan tersebut merata dengan pantulan dari segala arah. Hasil pengukuran atau perhitungan Reverberation Time ditampilkan dengan besaran Reverberation Time (detik) dan besaran Frekuensi (Hz). Grafik Reverberation Time ini biasanya dipakai untuk menganalisa karakteristik reverberasi ruangan.
Room modes memberikan kesulitan khusus saat kita hendak menentukan karakteristik reverberasi sebuah ruangan yang kecil dengan metode pengukuran. Jadi apabila kita melakukan pengukuran Reverberation Time pada ruangan yang kecil pada frekuensi di bawah 300 Hz, kemungkinan terbesar yang terukur adalah peluruhan room modes. Desain ruang akustik yang relatif kecil apabila menggunakan data pengukuran atau perhitungan Reverberation Time pada frekuensi di bawah 300 Hz dapat menyebabkan kesalahan analisa.

reverb-times

Gambar 6. Reverberation Time

Analisa Pengukuran Akustik Ruang

Dari hasil pengukuran karakteristik akustik ruang reproduksi suara dilanjutkan dengan tahapan kerja Analisa Karakteristik Akustik Ruangan. Dari hasil analisa dapat diketahui apakah ruangan tersebut sudah memiliki karakteristik yang baik sekali, cukup baik atau kurang baik. Selain itu dari hasil pengukuran dapat diketahui factor design yang dapat meningkatkan kualitas akustik di ruangan tersebut.

Referensi:
Everest, F. Alton and Ken C. Pohlmann. Handbook of Acoustics. 1981.
Cox, Trevor. Acoustics Absorbers and Diffusers. 2009

 

Untuk layanan pelanggan, silakan isi form berikut atau hubungi kami di :










 

ALTA Integra

Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

Sound Production Acoustics Measurement

Architectural Acoustics Measurement atau Pengukuran Parameter Akustik Arsitektural diperlukan sebagai informasi awal setelah phase kerja Pre-Design. Atau setelah phase kerja After Constuction untuk melihat konsistensi parameter rekomendasi desain dan hasil di lapangan.

Apabila Anda menemui hall yang diperuntukan untuk percakapan, playback music atau pertunjukan music yang memiliki kejelasan suara yang kurang baik. Untuk menganalisa penyebab kejelesan suara yang kurang pada hall Anda secara akurat, kami menyarankan untuk melakukan pengukuran parameter akustik di bawah ini.

 measurement-tabel-fix

 

Berikut adalah grafik rekomendasi Reverberation Time untuk presentasi percakapan dan pertunjukan music hidup.

tabel-measurement02

Graphic 1. Recommended value of the mean reverberation time RTrecommended from
500 Hz to 1000 Hz for speech and music presentations as a function of room volume V

 

tabel-measurement03

Graphic 2. Frequency dependent tolerance range of reverberation time RT referred to
RTrecommended for speech presentations

 

tabel-measurement04

Graphic 3. Frequency-dependent tolerance range of reverberation time RT referred to
RTrecommended for music presentations

 

Bibliography

[1] THIELE, R. Directional distribution and time sequence of sound reflections in rooms. Acustica, Vol.1(1956); p.31.
[2] KÜRER, R. A simple measuring procedure for determining the "center time" of room acoustical impulse responses. 7th Intern. Congress on Acoustics, Budapest 1971.
[3] AHNERT, W., SCHMIDT, W. Acoustics in cultural buildings. Institut für Kulturbauten, Berlin 1980.
[4] STEENEKEN, H.J.M., HOUTGAST, T. A physical Method for measuring Speech Transmission Quality. JASA Vol.19 (1980).
[5] HOUTGAST, T., STEENEKEN, H.J.M. A review of the MTF concept in room acoustics and its use for estimating speech intelligibility in auditoria. JASA Vol.77 (1985), pp.1060-1077.
[6] PEUTZ, V.M.A. Articulation Loss of Consonants as a Criterion for
Speech Transmission in a Room. J. Audio Eng. Soc. Vol 19, pp. 915 – 919.
[7] PEUTZ, V.M.A., KLEIN, W. Articulation Loss of Consonants influenced by Noise, Reverberation and Echo. Acust. Soc. Netherlands, Vol 28, pp. 11 – 18.
[8] DIETSCH, L., KRAAK, W. An objective criterion for capturing echo disturbances with music and speech performances. Acustica 60 (1986), p 205.
[9] ABDEL ALIM, O. Parameter Dependence of time and register definition of room acoustical parameters with music performances. Dissertation, TU Dresden 1973.

[10] de V. KEET, W. The influence of early reflections on the Spatial Impression 6. ICA-Kongreß, Tokyo 1968, E 2 – 4.
[11] LEHMANN, P. On the ascertainment of room acoustical criteria and correlation of the same with subjective assessments of the acoustic overall impression. Dissertation TU Berlin, 1976.
[12] BLAUERT, J. Spatial hearing. The MIT Press, Cambridge, Massachusetts and London/England 1983.
[13] BLAUERT, J. Postscript to "Spatial hearing" New results and trends
since 1972. Bochum 1982.
[14] TENNHARDT, H.P. Model measuring procedures for balance investigations by the example of the great hall in the Neues Gewandhaus Leipzig. Acustica 50 (1984), 127.
[15] SCHMIDT, W. Room acoustical criteria for music and speech. Chapter 9.1 in Taschenbuch Akustik Verlag Technik Berlin 1984.
[16] BERANEK, L. L. SCHULTZ, T. J. Some recent experiences in the design and testing of concert halls with suspended panel arrays. Acustica 15 (1965), 307.
[17] DANILENKO, L. Binaural hearing in the non-stationary diffuse sound field. Dissertation TH Aachen 1967.
[18] JORDAN, V. l. Acoustical design of concert halls and theaters. Applied Science Publishers Ltd. 1980.

[19] KÜRER, R., KURZE, A. Integration procedure for evaluating reverberation. Acustica 19 (1967/68), p. 313.
[20] BARRON, M. Auditorium Acoustics and Architectural Design. Verlag E & FN SPON London 1993.
[21] GADE, A.C. Investigations of musicians' room-acoustic conditions in concert halls. Part I: Methods and laboratory experiments. Acustica 69 (1989), p 193.
[22] GADE, A.C. Investigations of musicians' room-acoustic conditions in concert halls. Part II: Field experiments and synthesis of results. Acustica 69 (1989), S. 249.
[23] GADE, A.C. Acoustical survey of eleven European concert halls. The Acoustics Laboratory, Technical University of Denmark, Report No. 44, 1989.
[24] HOFFMEIER, J. Investigations on the influence of room timbres on
speech definition. Technical University of Denmark, Thesis for a degree at the TU Dresden, 1996.
[25] SCHROEDER, M.R. New method of measuring reverberation time. JASA 38 (1965), S. 329 and 40, S. 549.
[26] ISO 3382. Measurement of the Reverberation Time of Rooms with Reference to other acoustical Parameters. Annex B Binaural Auditorium Measures derived from Impulse Responses.
[27] KUHL, W. Audio acoustical terms used in room-acoustics. Acustica 39 (1977), S. 57.
[28] KUHL, W. Spaciousness as a component of spatial impression. Acustica 40 (1978) pp. 167 ff.
[29] BERANEK, L. L. Music, Acoustics and Architecture. John Wiley and Sons New York, London 1962.

[30] BERANEK, L. L. Concert and Opera Halls-How they Sound. Acoustical Society of America 1996.
[31] GOTTLOB, D. Comparison of objective acoustic parameters in concert halls with the results of subjective investigations. Dissertation A, Göttingen 1973.
[32] AHNERT, W., TENNHARDT, H.P. Acoustics for Auditoriums and Concert Halls in Glen Ballou, Handbook for SOUND ENGINEERS. Focal Press Boston 2002.
[33] Bruel & Kjaer. RASTI speech transmission meter type 361. Specification Sheet Fa. Brüel & Kjær.
[34] KLEINER, M. A New Way of Measuring Lateral Energy Fractions. App. Acoust., Vol. 27, 321 ff (1989).
[35] BARRON, M., MARSHALL. Spatial impression due to early lateral reflections in concert halls, The derivation of a physical measure. Journal of Sound and Vibration 1981 77(2), 211-231.
[36] AHNERT, W., REICHARDT, W. Grundlagen der Beschallungstechnik.
Hirzel Verlag Stuttgart 1981.
[37] KUTTRUFF, H. Room Acoustics. E&FN SPON, London, 2000.
[38] MEYER: J. Akustik und musikalische Aufführungspraxis. Verlag Erwin Bochinsky Frankfurt am Main, 1999.
[39] AHNERT, W., STEFFEN, F. Sound Reinforcement Engineering, Fundamentals and Practice. E&FN SPON, London, 2000

 

Untuk konsultasi Acoustics Measurement lebih lanjut, silakan isi form berikut atau hubungi kami di:

ALTA Integra

Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

Noise Control Acoustics Parameter Measurement

Pengukuran Parameter Akustik Pengendelian Kebisingan

Noise Control Acoustics Parameter Measurement atau Pengukuran Parameter Akustik Pengendalian Kebisingan diperlukan sebagai informasi awal setelah phase kerja Pre-Design sebagai data yang valid untuk analisa permasalahan. Atau setelah phase kerja After Constuction untuk melihat konsistensi parameter rekomendasi desain dan hasil di lapangan.

Building Noise Control Acoustics Parameter Measurement

Apabila Anda menemui gangguan kebisingan di bangunan Anda kami menyarankan Anda melakukan pengukuran parameter akustik kebisingan bangunan di bawah ini agar analisa dan solusi yang diberikan akurat.

Keakuratan data, analisa dan solusi dapat meningkatkan performa dan kepuasan pengguna banguna, menghemat biaya dan waktu.

measurement-fix

 

Untuk layanan pelanggan, silakan isi form berikut atau hubungi kami di :










 

ALTA Integra

Jl. Hayam Wuruk No. 2 R – S
Jakarta Pusat, 10120
Telp: 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

Konsultan Arsitektural Akustik

Jasa perancangan akustik untuk studio musik, ruang musik, auditorium, rumah ibadah, ballroom, multi function hall dan lain - lain.


Mengapa ALTA Integra Konsultan Arsitektural Akustik ?

  1. Meningkatkan kepuasan dan kenyaman audiens
  2. Meningkatkan kepuasan produsen acara, performer, artis, atau pembicara
  3. Pencapaian kualitas akustik yang akurat
  4. Perancangan sesuai dengan Standarisasi International
  5. Penggunaan anggaran tepat guna
  6. Meningkatkan citra pemilik ruangan

Apa itu Konsultasi Arsitektural Akustik ?

Konsultasi arsitektural akustik bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi atau reproduksi suara di sebuah ruangan. Sebuah ruangan dapat dikatakan memiliki kualitas arsitektural akustik yang baik apabila mampu menampilkan spectrum frekuensi yang natural (sedikit kolorasi) dengan waktu peluruhan suara yang merata di seluruh spectrum frekuensi. Untuk mencapai hal tersebut perlu diperhitungkan dengan seksama volume ruangan, bentuk ruangan, perencanaan permukaan ruang menggunakan material dengan properti akustik yang tepat.

Secara permasalahan Arsitektural Akustik dapat dibagi menjadi dua yaitu Ruangan Besar yang memiliki permasalahan utama Reverberation dan Ruangan Kecil yang memiliki permasalahan utama Room Modes. Secara fungsi ruangan dapat dibagi menjadi dua yaitu fungsi produksi suara dan fungsi reproduksi suara. Sedangkan secara jenis suara dapat dibagi menjadi tiga yaitu jenis suara musik saja, percakapan saja atau musik plus percakapan.

Arstitektural Akustik Ruangan Besar

Arsitektural akustik pada ruangan besar memfokuskan perhatian untuk mengoptimalkan kualitas suara yang diproduksi di ruangan tersebut. Lingkup kerja arsitektural akustik ruangan besar dapat dibagi menjadi tiga kategori produksi jenis suara yaitu:

A. Ruangan besar untuk produksi suara musik adalah:

  1. Concert hall atau opera
  2. Stage music studio recording
  3. Pertunjukan seni tari dan musik
  4. Music club

B. Ruangan besar untuk produksi percakapan adalah:

  1. Assembly hall
  2. Conference hall
  3. Seminar room

C. Ruangan besar untuk produksi suara percakapan dan musik adalah:

  1. Rumah ibadah
  2. Auditorium
  3. Multi purpose hall

 

 

Arstitektural Akustik Ruangan Kecil

Arsitektural akustik pada ruangan kecil memfokuskan perhatian untuk mengoptimalkan kualitas suara yang direproduksi di ruangan tersebut. Lingkup kerja arsitektural akustik ruangan kecil juga dapat dibagi menjadi tiga kategori jenis produksi / reproduksi suara yaitu:

A. Ruangan kecil bertujuan untuk poduksi dan reproduksi suara musik saja:

  1. Music Studio Room, Vocal Booth (produksi)
  2. Music Studio Control Room, Edit dan Mastering
  3. Audiophile Room
  4. Karaoke Room

B. Ruangan kecil bertujuan untuk produksi dan reproduksi suara percakapan saja:

  1. Board and Video Conference Room
  2. Talk Show TV or Radio Studio
  3. Dubbing and Editing Studio

C. Ruangan kecil bertujuan untuk produksi dan reproduksi suara percakapan dan musik:

  1. Home Theater
  2. Multi Media Presentation Room

 

 

Fase Kerja Konsultasi Arsitektural Akustik

  1. Survey and Discuss Function, Preference, Problem, Target.
  2. Concept Design
  3. Acoustics and Architectural Field measurement
  4. Acoustics Modeling and Simulation
  5. Custom Acoustics Design: Low Frequency, Mid-Hi Frequency Absorber and Diffuser.
  6. Coordinating Design with Interior, Audio and Furniture for Seamles Integration.
  7. Architectural acoustics drawing for info and construction.
  8. Coordination meeting with contractor, work supervisory, evaluation and documentation.
  9. After construction testing commisioning, measurement and calibration.

Silakan isi form berikut  untuk konsultasi arsitektural akustik, atau hubungi kami di:










 

ALTA Integra

Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

About Us

ALTA merupakan singkatan dari Acoustics-Lighting-Thermal-Air Quality. ALTA Integra adalah sebuah divisi konsultasi terpadu yang didukung oleh konsultan profesional dengan berbagai disiplin ilmu dan bidang keahlian, seperti arsitek, akustik, lighting, ventilasi, dan audio. Visi kami adalah “to be world class integrated consultant.” Salah satu misi kami adalah mengaplikasikan standardisasi metode pengukuran dan konsultasi berdasarkan prosedur kerja taraf internasional. Kebijakan internasional menjadi patokan kami karena kami mengikuti regulasi ISO. Kami juga termasuk member dari ASA, AES, Ashrae, dan IESNA.

Address

Jl. Hayam Wuruk No.2 - S
Jakarta 10120 Indonesia

Tel:+62 21 3513351

Fax:+62 21 3458143

Website:

 

 

Twitter Feed

ALTAintegra High end audio room acoustics are viewed from two different points of view. Which is more appropriate?… https://t.co/4uUSThmF7x